Ancam Sanksi Rektor, Menristekdikti Langgar Prinsip Kebebasan Akademik

80
Mahasiswa Lampung berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung, Bandar Lampung, (24/9).

POTRETPENDIDIKAN.COM – Koordinator Kaukus Kebebasan Akademik Indonesia (KKAI) Dr. Herlambang P. Wiratraman menanggapi pernyataan Menristekdikti Mohamad Nasir yang mengancam akan memberikan sanksi terhadap rektor dan dosen yang mengizinkan mahasiswa demonstrasi. KKAI meminta pemerintah untuk menghargai kebebasan berpendapat dengan tidak memberikan sanksi terkait mahasiswa yang berunjuk rasa.

Herlambang menambahkan, ancaman sanksi yang dinyatakan Menristekdikti terhadap rektor bertentangan dengan prinsip-prinsip Kebebasan Akademik. “Khususnya prinsip pertama yang mana kebebasan akademik adalah kebebasan yang bersifat fundamental dalam rangka mengembangkan otonomi institusi akademik, dan prinsip kelima, otoritas publik memiliki kewajiban untuk menghargai dan melindungi serta memastikan langkah-langkah untuk menjamin kebebasan akademik,” ujar Herlambang dalam rilisnya, Kamis (26/9).

Herlambang mengatakan mahasiswa dan juga akademisi di kampus memiliki kebebasan untuk menyampaikan pendapat, berkumpul, dan beraksi sebagai bagian dari upaya mengembangkan tradisi berpikir kritis di kampus. “Untuk itu kami minta Pemerintah menghargainya,” ujarnya.

Tradisi berpikir kritis merupakan upaya pengembangan pengetahuan ilmu dan teknologi yang diatur dalam Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Pasal 8 dan 9 UU itu menyebutkan kebebasan akademik merupakan kebebasan sivitas akademika dalam pendidikan tinggi untuk mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bertanggung jawab melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Herlambang mengatakan bahwa langkah meredam aksi mahasiswa atau kampus merupakan bentuk tekanan politik birokrasi. Langkah ini mirip dengan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kampus (NKK/BKK) yang dilakukan Orde Baru. Ia juga mendorong inisiatif semua pihak, terutama seluruh jajaran rektor di perguruan tinggi mendukung prinsip kebebasan akademik dan kehidupan demokrasi di kampus. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here