BEM Unila Demonstrasi Kawal Pemilihan Rektor

89
BEM Unila demonstrasi di depan Rektorat Unila.

Bandar Lampung –┬áBadan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung kembali menggelar demonstrasi kawal pemilihan Rektor di depan gedung rektorat Universitas Lampung, Jumat (9/8).

BEM Unila konsisten menggelar demonstrasi rutin setiap hari Jum’at untuk mengawal pelaksanaan pemilihan rektor Unila yang sudah mendekati tahap akhir.

Pada demonstrasi kali ini mahasiswa tetap menggunakan hastag #jangan beli rektor dalam karung dengan menggunakan topeng wajah rektor dan calon rektor Universitas Lampung. Mahasiswa melaksanakan orasi dengan berperan sebagai calon rektor Universitas Lampung yaitu Prof. Dr. Ir. Muhammad Kamal, M.Sc., Prof. Dr. Karomani M.Si., Prof. Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si., Prof. Dr. Hi. Satria Bangsawan, S.E., M.Si., Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si. yang mensosialisasikan diri dengan latar belakang proses karirnya sebelum mencalonkan diri sebagai calon rektor Unila. Hal ini adalah suatu bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap proses pemilihan rektor yang mengenaskan seperti membeli rektor dalam karung tanpa adanya transparansi serta keterbukaan dalam proses pemilihan rektor.

Hal ini terbukti hingga kini belum tampak hal-hal yang berkaitan dengan upaya pengenalan pribadi maupun program-program yang diusung oleh masing-masing calon rektor kepada civitas akademika unila, Para calon rektor fokus kepada perolehan suara oleh kemenristek dikti yang memberikan sumbangsih sebesar 35% tanpa membangun komunikasi terhadap civitas akademika khususnya mahasiswa di tiap fakultas yang ada.

Melihat visi misi Unila, yang memiliki cita-cita untuk menjadi Top Ten University bukan suatu hal yang main-main. Namun sepertinya calon rektor masih belum serius dalam menanganinya, karena kemajuan Unila membutuhkan campur tangan dan bantuan civitas akademika dari berbagai elemen.

“Kita akhirnya paham bahwa mengawal proses pemilihan rektor sangatlah penting, ini menyangkut hajat hidup kita semua yang berada didalamnya. Kita butuh rektor Unila yang memiliki wawasan dan jaringan luas serta bisa merangkul semua golongan, tidak anti gerakan mahasiswa dan memiliki integritas dan perilaku yang baik. Jika Senat tidak serius dalam pelaksanaan Pemilihan Rektor, maka akan kita segel ruang senat, dan jika calon rektor yang tidak serius membangun Unila maka akan kita buat lautan massa mahasiswa untuk meminta komitmen dari semua calon rektor yang ada” Tegas Presiden BEM KBM Unila Fajar Agung Pangestu. (RF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here