Bergabungnya Kembali Dikti ke Kemendikbud Dinilai Tepat

52
Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.S.

POTRETPENDIDIKAN.COM, Bandar Lampung – Rektor Universitas Lampung (Unila), Hasriadi Mat Akin menilai, pemisahan urusan pendidikan tinggi (Dikti) dari Kementerian Ristek adalah kebijakan tepat yang diambil oleh pemerintah.

“Itu merupakan hal yang sangat bagus agar tidak ada tumpang tindih dana riset dan mengoptimalkan kinerja lembaga ini,” kata Hasriadi di Bandarlampung, Kamis, (24/10).

Menurut Hasriadi, kembali bergabungnya Dikti dengan Kemendikbud memang sudah sepantasnya, sebab keduanya memiliki kesamaan tugas.  Di antaranya memberikan sertifikasi kepada guru atau dosen.

“Sertifikasi itu kan tugasnya dikti bukan Kemenristek, tapi selama ini perguruan tinggi yang menjalankan, dananya ada di Kemenristek,” ujar Hasriadi.

Ia mengatakan, bahwa pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi tidak boleh terputus sehingga menyebabkan birokasi yang tidak selesai.  Ia mengatakan, bahwa adanya perubahan birokasi ini tentunya sudah sesuai evaluasi di mana sebelumnya tidak terjadi keseimbangan antara anggaran yang dikeluarkan pemerintah dengan hasil riset yang dihasilkan.

“Presiden memisahkan dikti dengan ristek karena menginginkan ada suatu pengelolaan dana yang besar lebih maksimal dengan hasilnya,” kata dia.

Ia menyatakan, meskipun dikti dan ristek dipisah bukan berarti di perguruan tinggi tidak ada penelitian lagi, akan tetapi tugas di sini akan menjadi lebih kencang lagi. Sebab motor penggerak dari riset yang dilakukan ada di institusi tersebut.

“Jadi Kemenristek sebagai pengelola dana mereka akan memadukan semua lembaga riset yang ada dan membuat skema-skema riset yang akan dilakukan oleh perguruan tinggi dalam satu manajemen. Hal ini untuk menghindari duplikasi dan memaksimalkan hasil penelitian,” jelasnya.

Seperti diketahui, pendiri Gojek, Nadiem Makarim ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di Kabinet Indonesia Maju. Tidak hanya itu, meski nomenklatur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak berubah, namun urusan pendidikan tinggi yang semula berada di Kementerian Riset Teknologi dan Dikti (Kemenristekdikti) dikembalikan lagi ke Kemendikbud. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here