Digitalisasi Sekolah Kemendikbud Akan Bagikan 1,753 Juta Tablet

69
Ilustrasi Siswi Belajar dengan Tablet

POTRETPENDIDIKAN.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memulai digitalisasi sekolah secara masif. Dalam upaya tersebut, Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi mengatakan akan membagikan 1,753 Juta tablet ke sejumlah sekolah.

“Mendikbud, Muhadjir Effendy nanti 12 September akan launching digitalisasi sekolah. Kita akan membagikan 1,753 juta tablet yang akan dikirim ke seluruh Indonesia, ke 36.000 sekolah. Terutama untuk daerah pinggiran dan untuk sekolah yang menunjukkan kinerja bagus”, ujar Didik usai menerima perwakilan dari Samsung di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Di dalam tablet tersebut, akan dimasukkan konten yang berasal dari platform digital Kemendikbud, Rumah Belajar. Konten pembelajaran yang ada di Rumah Belajar, dinilai dapat menjadi sumber pembelajaran di sekolah. Tablet tersebut tidak diberikan pada siswa, melainkan menjadi aset sekolah.

Pembagian tablet nantinya akan bekerja sama dengan PT Samsung. Kemendikbud dengan PT Samsung per hari ini sudah menandatangani nota kesepahaman di Kantor Kemendikbud.

Didik menjelaskan pihaknya sudah bekerja sama dengan Samsung sejak beberapa tahun terakhir, hal tersebut merupakan salah satu program revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan. Terutama tentang penyelarasan kurikulum dan pelatihan bagi guru dan siswa.

Dengan kerja sama ini, ke depannya juga akan membuka peluang bagi peserta didik asal Indonesia untuk bekerja magang di Samsung.  Ia juga berharap kerja sama ini akan terus terjalin hingga tahun-tahun mendatang.

“Jadi harapannya, ke depan Samsung juga bisa menjadi teaching factory bagi anak-anak kita. Sehingga dengan demikian anak-anak kita bisa dapat pelatihan dan juga pada saatnya nanti sebagian dari mereka bekerja di Samsung,” harap Didik

Untuk tahap awal, di 2019 ini Kemendikbud akan membagikan tablet kepada 1,753 juta siswa. Namun di tahun mendatang akan ditingkatkan lagi jumlah siswa penerima tablet tersebut.

Didik menegaskan, bahwa tablet tersebut akan menggunakan anggaran dari dana sekolah, bukan dana dari Kemendikbud.  “Jadi sekolah yang membeli melalui katalog online jadi mereka yang beli pakai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan BOS Kinerja.  Jadi uangnya bukan dari sini (Kemendikbud) tapi sekolah,” tutupnya.

Wakil Presiden Samsung Electronics Indonesia, Kang Hyun Lee, mengatakan sejak tiga tahun terakhir pihaknya memberikan kesempatan pada siswa Indonesia untuk mempelajari teknologi gawai. Para guru juga diberikan pelatihan mengenai gawai tersebut. Kang Hyun Lee berharap sinergi antara industri, sekolah dan pemerintah itu bisa terus berjalan dengan baik. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here