Direktur LKiP : Di Hari Guru ke-74 , Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas

69

POTRETPENDIDIKAN.COM, Bandar Lampung – Direktur Lembaga Kajian Pendidikan (LKiP) Asroni Paslah mengatakan bahwa guru honorer belum berbahagia pada peringatan Hari Guru Nasional 2019 ini, karena nasib mereka masih belum jelas. “Nasib mereka masih terombang-ambing, apa diangkat menjadi PNS atau tidak” ujar Asroni di Bandar Lampung, Senin, (25/11).

Asroni menambahkan, mereka yang telah mengabdi sekian lama menjadi guru honorer tentu sangat berharap diangkat menjadi PNS, dan dihargai pengabdiannya selama ini. Ia berharap pemerintah dapat mengakui pengabdian yang telah diberikan oleh para guru honorer tersebut. Jika sudah diakui, maka pemerintah akan mencarikan solusinya mau seperti apa.

“Kami berharap Bapak Presiden dan pemerintah mengabulkan keinginan mereka untuk menjadi PNS,” tambahnya.

Jumlah guru honorer di Tanah Air sebanyak 250.000 guru. Pada perekrutan CPNS 2019,  mereka harus bersaing dengan calon guru muda, dan banyak guru honorer yang tidak bisa ikut serta karena terkendala usia.

“Tahun 2009 Pemerintah telah memberikan solusi melalui perekrutan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Akan tetapi, hasil perekrutan tahap satu tahun 2009, masih belum jelas juga nasibnya. Ada yang dinyatakan lulus, namun masih belum diterbitkan Nomor Induk Pegawainya karena Perpres yang mengatur PPPK belum ditandatangani presiden,” papar Asroni.

Ia menambahkan, tak jadi masalah jika mereka diangkat jadi PPPK, akan tetapi berprinsip berkeadilan dan kejelasan status mereka. Karena saat ini status PPPK belum jelas, antar pemerintah pusat dan daerah masih saling lempar.

Asroni juga menerangkan mereka tidak hanya mencari kesejahteraan dengan gaji setara UMP, tetapi kejelasan status. Sebab, guru honorer di beberapa daerah sudah digaji setara UMP. Tapi mereka masih berharap berstatus sebagai PNS, supaya mereka tidak khawatir dan nyaman saat bekerja. (RF/PP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here