Guru PPKn Tanggamus Bimtek Instrumen Penilaian HOTS

69

POTRETPENDIDIKAN.COM, Tanggamus – Lembaga Pengabdian dan Penelitian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung bekerjasama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PPKn Kabupaten Tanggamus mengadakan Bimbingan Teknis Pembuatan Instrumen Penilaian Berbasis Hots Bagi Guru PPKn SMP/MTs se-Tanggamus, Rabu (11/9).

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula SMP Negeri 2 Sumberejo, Kabupaten Tanggamus tersebut dihadiri sekitar 40an Guru Mata Pelajaran PPKn SMP/MTs yang ada di Tanggamus.

Kegiatan tersebut berlangsung satu hari penuh, yang dibuka oleh Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah (dikdasmen) Kabupaten Tanggamus Indra Prisma.

Dalam sambutannya, Indra Prisma menyampaikan pentingnya bimtek ini, karena dalam melaksanakan kurikulum 2013, guru disamping didorong untuk melaksanakan pembelajaran yang HOTS (Higher Order Thinking Skills), juga didorong untuk menilai hasil belajar pada aspek pengetahuan yang HOTS.

Instruktur pada bimtek tersebut berasal dari beberapa dosen PPKn FKIP Universitas Lampung diantaranya yakni Dr. Irawan Suntoro dan Dr. Adelina.

Wulandari, salah satu guru PPKn peserta bimtek mengatakan bahwa kegiatan bimtek ini menambah wawasan tentang penilaian pembelajaran. “Dalam pembelajaran HOTS, tingkat kemampuan yang diberikan kepada peserta didik bukan lagi kemampuan tingkat rendah (Lower Order Thinking Skills/LOTS) seperti mengetahui (C-1), memahami (C-2), dan mengaplikasikan (C-3), tetapi kemampuan tingkat tinggi seperti menganalisis (C-4), mengevaluasi (C-5), dan mengkreasi (C-6)”, ujarnya.

Ia menambahkan, pada intinya, peserta didik bukan lagi dijejali oleh ceramah guru dari awal sampai dengan akhir pembelajaran, tetapi memberi ruang kepada peserta didik untuk berpikir, meneliti, menelaah, menganalisis, hingga mampu menemukan dan mengontruksi sendiri pesan utama sebuah materi pembelajaran yang dipelajarinya.

“Siswa bukan hanya sekedar menyelesaikan sejumlah materi pelajaran, tetapi memiliki bekal yang akan diimplementasikan dalam kehidupannya. Itulah yang disebut sebagai pembelajaran kontekstual (CTL), pembelajaran bermakna (meaningful learning) dan pembelajaran tuntas (mastery learning)”, pungkas Wulandari. (RS/PP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here