Herman HN : KBM Tatap Muka Dimulai 31 Agustus 2020

40
Walikota Bandar Lampung, Drs. H. Herman HN. MM.
POTRETPENDIDIKAN.COM, Bandar Lampung – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) jenjang pendidikan PAUD hingga SMP di Kota Bandar Lampung akan dimulai 31 Agustus 2020 mendatang.
Diketahui, dalam mempersiapkan KBM dimasa kenormalan baru, tidak cukup memastikan bagaimana persiapan sekolah sebagai tempat proses pendidikan terjadi. Tetapi memikirkan bagaimana keterpastian pelaksanaan protokol kesehatan di waktu peralihan antara sekolah-rumah dan rumah-sekolah pun harus menjadi pertimbangan tersendiri.
Untuk itu, Wali Kota Bandar Lampung dalam surat edarannya tentang Kebijakan Pembelajaran Pada Kondisi Kenormalan Baru Terkait Masa Darurat Covid-19 di Kota Bandar Lampung Nomor 420/699/III.01/2020 menekankan masa peralihan tersebut harus disikapi secara bersama, baik oleh tenaga pendidik orang tua hingga siswa itu sendiri.
 
“Orang tua/wali memastikan putra/i-nya berangkat dari rumah menuju sekolah. Hindari naik kendaraan umum yang telah padat penumpang. Disarankan berangkat ke sekolah diantar oleh orang tua/wali,” tulis Wali Kota Bandar Lampung Herman HN dalam surat edaran yang diterima Potretpendidikan.com, Sabtu (13/6/2020).
 

“Selesai peserta didik keluar kelas dan kembali mencuci tangan pakai sabun di air mengalir. Kemudian peserta didik pulang menuju ke rumah dengan kendaraan umum ataupun dijemput oleh orang tua/wali dengan tetap menjaga jarak,”lanjutnya.

Lebih dirinci dalam surat tersebut menjelaskan standar operasional yang harus dijalankan peserta didik mulai dari keberangkatan ke sekolah hingga kembali lagi ke rumah, yang tertulis sebagai berikut:

1. Orang tua/wali memastikan putra/putrinya berangknt dari rumah menuju ke sekolah dalam keadaan sehat.

2. Berangkat lebih awal untuk menghindari jam sibuk dengan tetap menggunakan masker.
3. Transportasi yang digunakan menjamin terlaksananya standar protokol kesehatan.
4. Hindari naik kendaraan umum yang sudah banyak penumpang,
5. Yang memiliki kendaraan pribadi disarankan berangkat ke sekolah diantar oleh orang tua./wali.
6. Sampai di sekolah pada titik dan Siswa dan tidak menumpuk.
7. Di Pintu gerbang sekolah peserta didik sebelum masuk ke dalam kelas diukur suhu tubuh oleh petugas kesehatan.
8. Kemudian mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir yang telah di sediakan sekolah.

9. Kemudian masuk ke dalam kelas dengan tetap menjaga jarak.

10. Mengikuti proses belajar di dalam kelas dengan tetap menjaga jarak kursi minimal meter dan protokol kesehatan.
11. Peserta didik tidak diperkenankan meminjam alat tulis belajar sesama teman di kelas.
12. Selesai peserta didik keluar kelas dan kembali mencuci tangan pakai sabun di air mengalir.
13. Peserta didik menuju titik penjemputan pulang menuju ke rumah dengan kendaraan umum ataupun dijemput oleh orang tua/wali dengan tetap menjaga jarak.
14. Sampai di rumah segera membuka sepatu sebelum masuk ke dalam rumah.
15. Semprotkan disinfektan pada barang-barang yang dibawa.

16.  Langsung mencuci tangan dan cuci kaki pakai sabun di air mengalir.

17. Membuka pakaian sekolah dan langsung masukkan ke tempat cucian pakaian kotor.
18. Jangan menyentuh benda apapun sesampai di rumah.
19. Jangan langsung beristirahat. segera mandi dengan sabun.
20. Kembali berpakaian yang bersih dan melanjutkan aktivitas di rumah. makan, beribadah. belajar dan beristirahat.
 
Sebelumnya Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung Sukarma kepada Potretpendidikan.com mengatakan dalam pemantauan jam peralihan tersebut
pihaknya mengharapkan partisipasi orang tua sebagai tokoh pengawas.

Memang benar masa peralihan itu adalah hal yang riskan. Tenaga pendidik itu kan jumlahnya terbatas, ada baiknya partisipasi orang tua dilibatkan di masa peralihan tersebut,” kata dia. (ZA/PP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here