Izin Operasi RSP Unila Terancam Dicabut

85
Progres Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Lampung (Dok. sscilampung)

potretpendidikan.com – Sebanyak 5 dari 25 Rumah Sakit Pendidikan (RSP) di Indonesia hingga saat ini belum beroperasional. Padahal RSP merupakan salah satu syarat berdirinya Fakultas Kedokteran┬ádi kampus.

Jika kelima RSP tersebut tidak segera beroperasi maka Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (kemenristekdikti) bisa menutup atau mencabut ijin pengoperasiannya.

Kelima Perguruan Tinggi tersebut antara lain Universitas Lampung (Unila), Universitas Sam Ratulangi, Universitas Jember, Universitas Nusa Cendana NTT dan Universitas Malikussaleh.

“Kelimanya masih terkendala tata kelola dan kelembagaannya. Padahal di kemenristekdikti memberi otonom pada perguruan tinggi negeri untuk mengelolanya, baik untuk tata kelolanya, sistemnya,” papar Direktur Penjaminan Mutu Kemenrisrekdikti, Aris Junaidi disela Konferensi Nasional Asosiasi RSP PTN di Royal Ambarrukmo, Jumat (23/8/2019).

Gambar Rencana Pembangunan RSP Universitas Lampung

Untuk mengatur RSP, Kemenristeksikti sedang membuat Peraturan Menteri (Permen). Regulasi itu dibuat sebagai harmonisasi pengelolaan RSP sebagai bagian dari tri dharma Perguruan Tinggi. Bila regulasi tersebut ditetapkan, maka RSP di lima PTN tersebut harus segera berjalan. Jika tidak maka kelimanya tidak boleh beroperasi.

“Jadi jika Peraturan Menteri terbit tahun ini, ada masa transisi. Namun jika sudah ditetapkan maka (RSP) harus segera berjalan. Kalau tidak nanti akan dapat sanksi,” ujarnya.

Sebelum diberikan sanksi, Kemenristekdikti akan melakukan monitoring dan evaluasi kepada 5 RSP tersebut. Selain itu juga pada 20 RSP lain dalam rangka meningkatkan akreditasi.

“Ada 90 fakultas kedokteran dan belum semua terakreditasi A. Karenanya kita mendorong mereka untuk meningkatkan akreditasi,” pungkasnya. (AP/potret)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here