Kemendikbud Gelar Konferensi Internasional Penilaian dan Kebijakan Pendidikan

76

POTRETPENDIDIKAN.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Konferensi Internasional ke-2 tentang Penilaian dan Kebijakan Pendidikan/International Conference on Educational Assessment and Policy (ICEAP).

Kegiatan ini merupakan upaya untuk membangun sumber daya yang kompetitif dan terintegrasi. “Agenda konferensi mencakup berbagai tema yang sangat menarik yaitu ‘Sistem Inovatif dan Terpadu dalam Penilaian Pendidikan untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran’, untuk menanggapi masalah reformasi birokrasi dan peran Balitbang,” kata Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi di rilis yang diterima potretpendidikan.com, Rabu, (25/9).

Tema yang diangkat dalam penyelenggaraan konferensi tahun ini adalah “Sistem Inovatif dan Terpadu dalam Penilaian Pendidikan untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran”.  Salah satu tema kebijakan ialah reformasi birokrasi.

Diperlukan proses yang berkesinambungan untuk mereformasi dan mengubah sistem tata pemerintahan yang mendasar, terutama berkaitan dengan aspek organisasi, proses bisnis, dan sumber daya manusia. Beberapa langkah telah diaktualisasikan untuk menjadi lebih mendasar, komprehensif, dan sistematis, sehingga tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efektif dan efisien.

“Sebagai bagian dari Balitbang, Puspendik harus berusaha mencapai indikator kinerja, yaitu kapasitas untuk menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi dari luar, kapasitas untuk melaksanakan ilmu dan teknologi penelitian dan pengembangan, kapasitas untuk memperluas penyebaran pengetahuan dan teknologi,” ujar Didik.

Kemendikbud berusaha mencapai indikator kerja sesuai yang tertera di atas, dengan beberapa kebijakan dan kegiatan rutin. Indikatornya adalah publikasi jurnal ilmiah.

“Untuk mencapai indikator-indikator tersebut, sejak awal 2018, Puspendik telah menyiapkan program terpadu yang terdiri dari publikasi buletin (Buletin Asesmen), publikasi ilmiah (Jurnal Penilaian Pendidikan Indonesia), dan menyelenggarakan konferensi nasional dan internasional,” jelas Didik.

Pendidikan (Kapuspendik) Kemendikbud, Mochammad Abduh menambahkan, bahwa konferensi ini adalah salah satu strategi untuk mendukung visi Puspendik untuk menjadi lembaga nasional profesional yang bekerja dengan standar internasional. Ia mengaku bangga mempersembahkan  platform  internasional yang memberikan makna yang jelas dan terukur, serta memiliki jangkauan luas.

“Kami berharap acara ini akan menghasilkan konsep dan praktik inovatif mengenai penilaian dan kebijakan pendidikan yang bermanfaat untuk membuat keputusan dari tingkat mikro hingga makro,” kata Abduh.

Konferensi ini diikuti 42 pemakalah dari 30 lembaga, baik universitas maupun instansi pemerintah dari berbagai negara. Dalam konferensi ini ditetapkan beberapa tujuan berkelanjutan, yaitu membangun daya saing dan legitimasi Puspendik melalui program konferensi dan jurnal ilmiah.

Termasuk membangun sinergi antara Puspendik dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan konsep dan praktik penilaian pendidikan di Indonesia dan negara lain.  Selain itu membangun sinergi antara Puspendik dan pemangku kepentingan dalam menciptakan nilai-nilai publik melalui program konferensi dan jurnal ilmiah. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here