Kemendikbud : Guru Harus Kreatif dan Ubah Cara Ajar

47
Ilustrasi guru mengajar di ruang kelas (Foto : Antara)

POTRETPENDIDIKAN.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), melalui 7 South East Asia Minister of Education (SEAMEO) Center di Indonesia menyelenggarakan Konferensi Internasional tentang Pemanfaatan Kecerdasan Buatan Dalam Kebijakan dan Praktik Pendidikan untuk Asia Tenggara.

Dikutip dari laman republika.co.id, Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kemendikbud, Totok Suprayitno mengatakan guru harus kreatif agar tidak digantikan oleh kecerdasan buatan atau AI.

“Guru harus mengubah cara mengajar. Apabila kita mengajar apa adanya seperti apa yang tertulis di buku ajar saja, maka akan mudah digantikan oleh teknologi. Namun jika guru memperhatikan nasihat Ki Hajar Dewantara, bahwa hakikat pendidikan adalah mengembangkan karakter, pikiran, dan jasmani siswa, maka guru tersebut tidak akan tergantikan oleh kecerdasan buatan,” ujar Totok, Kamis (19/9).

Totok memaparkan, kini tengah dikembangkan secara serius di berbagai penjuru dunia penggunaan kecerdasan buatan atau biasa disebut artificial intelligence (AI). Di dalam sistem pendidikan, diharapkan teknologi tersebut akan memperbaiki kualitas dan akses pendidikan dalam banyak hal, seperti mewujudkan pembelajaran yang lebih efektif dan personal.

Totok menambahkan, kecerdasan buatan mungkin bisa memberikan ilmu pengetahuan pada siswa, tetapi mengembangkan karakter tidak bisa dilakukannya. “Itu adalah pekerjaan guru. Bagaimana menginspirasi, memotivasi, membuat siswa menjadi pelajar yang baik,” ujarnya.

“Saat ini masalah terbesar dalam sistem pendidikan Indonesia yaitu kualitas hasil belajar. Kualitas hasil belajar tersebut dipengaruhi oleh cara penilaian”, pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here