Kemenristekdikti Gaet BIN dan BNPT Dalam Pemilihan Rektor

43
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. H. Mohamad Nasir, Drs., Ak., M.Si., Ph.D. (Dok. ristekdikti)

POTRETPENDIDIKAN.COM – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menggaet Badan Intelejen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam  mengantipasi masuknya paham radikalisme di perguruan tinggi.

“Saya selalu sampaikan dalam pemilihan rektor pun saya tidak serta merta, saya menanya sendiri dan saya minta BIN dan BNPT dilibatkan yang selama ini tidak pernah dilibatkan kalau memang calon rektor terpapar radikalisme nggak bisa kita,” kata Menristekdikti, Mohamad Nasir, di Jakarta, Minggu, (22/9).

Dikutip dari laman medcom.id,  Mohamad Nasir mewanti-wanti masuknya organisasi terlarang seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam organisasi kampus. Ia meminta pihak kampus berkoordinasi dengan kementerian bila menemukan penyebaran paham khilafah di lingkungan akademik.

“Sudah ada pergub larangan ormas HTI. Maka jangan sampai kampus ada dalam masalah kegiatan ini,” ujarnya.

Nasir meminta rektor perguruan tinggi mendata ulang sivitas akademika mulai dari pegawai, dosen dan mahasiswa. Tindakan tegas wajib dilakukan bila terbukti ada paham radikal di lingkungan perguruan tinggi.

“Mereka harus milih untuk lanjut dan keluar HTI itu saja pilihannya,” ujar Nasir.

Ia mengatakan perlunya menanamkan paham antiradikalisme salah satunya dengan menguatkan nilai-nilai nasionalisme dan ideologi negara. Penanaman Empat Pilar Ideologi Negara, seperti Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI harus digencarkan.

“Mahasiswa juga harus dilakukan reedukasi supaya menjadi nasionalisme harus terjaga dan NKRI dan Pancasila sebagai ideologi negara,” kata dia. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here