LKiP Desak Kemenristekdikti Profesional Memilih Rektor Unila

85

POTRETPENDIDIKAN.COM – Direktur Lembaga Kajian Pendidikan (LKiP), Asroni Paslah, mendesak Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk tetap profesional dalam melakukan pemilihan Rektor Univesitas Lampung (Unila).

Pemilihan Rektor Unila yang memasuki putaran kedua itu sendiri akan memilih satu diantara tiga calon rektor Unila yang lolos pada putaran pertama, yakni Prof. Dr. Bujang Rahman, Prof. Dr. Karomani, Prof. Dr. Muhammad Kamal. Rencana akan dilakukan pada pertengahan September 2019 mendatang.

“Kami berharap pemilihan Rektor Unila putaran kedua yang rencana akan dilaksanakan pada pertengahan september 2019 tidak terjadi kecurangan di dalamnya,” kata Asroni Paslah saat diwawancarai reporter potretpendidikan.com, Senin (9/9).

Asroni juga berharap dalam pemilihan rektor itu bisa transparan dan tidak terjadi lobi-lobi antara kementerian dan para calon rektor. Sebab, menurutnya, hal itu akan menciderai kewibawaan kampus Unila.

“Jangan ada lobi-lobi yang terjadi, dan jangan ada money politic alias mahar-maharan atau kongkalikong antar figur calon rektor dan kementerian. Itu akan merusak citra kampus Unila,” tuturnya.

Asroni juga mengungkapkan, pihaknya mendapatkan informasi dari Jakarta bahwa sudah ada upaya-upaya salah satu kandidat yang diduga melakukan segala mecam cara untuk mendapatkan posisi Rektor Unila.

“Pada putaran pertama sudah berjalan lancar, aman, dan terkendali. Walaupun ada riak-riak aksi mahasiswa, namum hal tersebut bisa dipahami. Kami berharap putaran kedua mendatang tetap terkendali dan kondusif,” harapnya.

Dalam pemilihan rektor putaran kedua mendatang, ujar dia, pihaknya akan hadir untuk melakukan pengawasan dan pantauan langsung pemilihan rektor Unila.

“Hal itu dilakukan karena kami ingin menyelamatkan Unila untuk tetap menjadi kampus yang bermartabat, berwibawa, dan berintegritas, sesuai harapan masyarakat Lampung, dan civitas akademika Unila,” ungkapnya.

Asroni mengungkapkan, pihaknya meminta kepada KPK bagian penindakan dan siber pungli untuk melakukan penyadapan serta pemantauan langsung dalam pemilihan rektor tersebut.

“Dengan hak veto 35 persen suara yang akan diberikan oleh Kemenristekdikti kepada calon rektor, kami berharap Kemenristekdikti benar-benar bersih serta sesuai harapan masyarakat Lampung,” pungkasnya. (*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here