Mendikbud Nadiem Hapus Ujian Nasional Tahun 2021

64
Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ( Foto: Instagram @kemdikbud.ri)

POTRETPENDIDIKAN.COM, Jakarta –  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah menetapkan empat program pokok kebijakan pendidikan “Merdeka Belajar”. Salah satunya kebijakan yang terbaru mengenai Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN), hal ini disampaikan Nadiem Makarim dalam rapat koordinasi bersama Menko PMK dan Kepala Dinas Pendidikan seluruh Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12).

Mantan bos gojek ini mengatakan pada tahun 2020 penyelenggaraan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) akan diterapkan dengan ujian yang diselenggarakan hanya oleh sekolah.

Ujian yang akan dilakukan untuk menilai kompetensi siswa yang dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian lainnya yang lebih komprehensif, seperti portofolio dan penugasan (tugas kelompok, karya tulis, dan sebagainya).

Seperti yang dikutip dari suara.com, Nadiem mengatakan, “Kita memberikan kemerdekaan dari guru bagi guru-guru penggerak di seluruh Indonesia untuk menciptakan penilaian yang lebih holistik yang benar-benar menguji kompetensi dasar kurikulum kita bukan hanya atau khayalan saja,”.

Nadiem menambahkan, jika kepala dinas pendidikan di daerah sudah terlanjur mengajukan anggaran untuk USBN, anggaran tersebut bisa dialihkan untuk mengembangkan kapasitas guru dan sekolah, serta meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sementara untuk UN, tahun 2020 merupakan pelaksanaan UN untuk yang terakhir kalinya. Penyelenggaraan UN tahun 2021, akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter.

“Hal tersebut sudah menjadi beban stres bagi banyak sekali siswa guru dan orang tua karena sebenarnya ini berubah menjadi indikator keberhasilan siswa sebagai individu, padahal maksudnya Ujian Nasional berstandar nasional adalah untuk mengakses sistem pendidikan,” terang Nadiem.

Pelaksanaan ujian tersebut akan dilakukan oleh siswa yang berada di tengah jenjang sekolah misalnya kelas 4, 8, 11, sehingga dapat mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran. Hasil ujian ini tidak digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya.

“Arah kebijakan ini juga mengacu pada praktik baik pada level internasional seperti PISA dan TIMSS,” pungkas Nadiem. (ZA/PP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here