Mendikbud : Tangkal Hoaxs Dengan Gerakan Literasi Digital

38
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy

POTRETPENDIDIKAN.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, mengingatkan pentingnya gerakan literasi digital untuk masyarakat. Dengan literasi digital, masyarakat diharapkan bisa menyaring informasi secara lebih bijak.

Kita harus melakukan gerakan literasi digital, dalam artian memberikan bekal kepada masyarakat, juga khususnya para orangtua,” ujar Muhadjir di Peringatan Hari Aksara Internasional Tingkat Nasional di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (7/9).

Menurut Muhadjir, literasi digital yang baik akan membantu masyarakat dalam menyaring berbagai informasi. Masyarakat nantinya memiliki imunitas dalam menghadapi berita menyesatkan, berita negatif maupun hoaks.

Muhadjir menambahkan, kemampuan menyaring berbagai informasi yang beredar sangat penting. “Tugas dari kita adalah melakukan literasi digital sebab banyak sekali informasi yang harus disaring yang sumbernya dari internet, ” tegasnya.

Selanjutnya Muhadjir mengingatkan bahwa literasi digital merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dikuasai masyarakat abad 21. Pemerintah berupaya menyadarkan masyarakat bahwa pendidikan dasar tidak berhenti di kemampuan membaca, menulis dan berhitung (calistung).

“Tapi harus menguasai literasi yang lebih fungsional lagi. Termasuk literasi digital, literasi keuangan, literasi budaya dan sebagainya,” tambah Muhadjir.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud,  Harris Iskandar, mengatakan setidaknya ada enam literasi dasar yang harus dikuasai oleh milenial dewasa. Keenamnya yakni calistung, literasi digital, literasi keuangan, literasi sains, literasi kewargaan dan kebudayaan.

“Ke depan saya kira standar kompetensi ini akan terus tumbuh setiap tahun. Mungkin akan bergeser instrumennya.  Kami sudah memulai dengan dialog, seminar dan workshop. Kemudian setiap literasi tersebut ada leading sektornya misalnya Kemenkominfo, OJK, Kemenkeu dan sebagainya,” ujar Harris. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here