Menristekdikti Undur Rapat Senat Pemilihan Rektor Unila

43
5 Bakal calon rektor Unila (dari kiri) Prof. Dr. Satria Bangsawan, Prof. Dr. Bujang Rahman, Prof. Dr. Karomani, Prof. Dr. Irwan Sukri Banuwa, dan Prof. Dr. Mohammad Kamal. (Dok. Imelda/DJ)

potretpendidikan.com – Jadwal Rapat Senat Universitas Lampung dalam rangka Pemilihan Rektor Unila Periode 2019-2023 diundur dari jadwal semula hari ini tanggal 26 Agustus 2019 menjadi tanggal 30 Agustus 2019 yang akan datang.

Perihal mundurnya Rapat Senat Penyampaian Visi, Misi, dan Program Kerja Bakal Calon Rektor Unila Periode 2019-2023 dikarenakan adanya penyesuaian jadwal dari Kementrian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang akan menghadiri Rapat Senat Unila.

Sekretaris Senat Unila M. Basri saat dikonfirmasi, Senin (26/8) menegaskan bahwa tidak benar Pilrek Unila inkonsistensi dan tidak siap sebagaimana ditudingkan banyak pihak, adanya pengunduran jadwal Rapat Senat Unila karena adanya surat permintaan dari pihak Kemenristekdikti. Sebab pada 22-29 Agustus bersamaan dengan adanya kegiatan Hari Teknologi Nasional (Harteknas) di Bali. Maka Kemenristekdikti meminta pengunduran pada 30 Agustus 2019.

Berdasarkan surat dari Kemenristekdikti Nomor R542/M/KP.03.02/2019 tertanggal 22 Agustus 2019 tentang Pemilihan Rektor Universitas Lampung yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im atas nama Menristekdikti. Isi surat yang ditujukan kepada Ketua Senat Unila itu bahwa berisi : Berkenaan dengan surat Saudara Nomor 4857/UN26.01/SENAT/2019 tanggal 14 Agustus 2019 perihal Penyampaian Jadwal Pelaksanaan Pemilihan Rektor Universitas Lampung Periode 2019-2023 yang ditujukan kepada Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dengan hormat kami sampaikan bahwa Penyampaian Visi, Misi dan Program Kerja Bakal Calon Rektor Universitas Lampung Periode 2019-2023 agar dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2019,” paparnya.

M. Basri yang juga Dosen Pendidikan Sejarah FKIP Unila ini menambahkan, dengan adanya surat tersebut maka pihak Senat Unversitas Lampung ikut menyesuaikan jadwal. Rapat Senat terbuka nantinya akan mengundang perwakilan dosen, karyawan dan mahasiswa untuk penyampaian visi, misi dan program Bakal Calon Rektor Unila.

“Surat ini kita ikuti dengan menyesuaikan jadwal mundur pada 30 Agustus 2019. Dan ada juga hikmahnya yakni dua anggota Senat Unila yang sudah pulang dari menjalankan ibadah haji bisa hadir dan bisa menggunakan hak suaranya dalam Pilrek,” tuturnya.

Setelah dilaksanakan Pemilihan Rektor pada Putaran 1 pada 30 Agustus mendatang, terpilihlah tiga besar calon rektor dan akan segera diusulkan ke Menristekdikti.

“Pihak Senat Unila akan memberikan waktu selama satu bulan selanjutnya untuk Kemenristekdikti melakukan rekam jejak. Siapa saja dari calon rektor yang ada masalah atau kasus misalnya. Nanti akan direkam jejak selama satu bulan ke depan. Rentang waktunya adalah satu bulan ke depan setelah tanggal 30 Agustus yakni sekitar 26-30 September 2019 Menristek akan memberikan suaranya untuk memilih rektor. Maka kami optimistis bulan Oktober sudah ada Rektor Unila terpilih. Sedangkan Prof. Dr. Hasriadi Mat Akin habisnya adalah pada bulan November 2019. Jadi perhitungan kami sudah cukup rentang waktu hingga sudah ada rektor unila terpilih sebelum masa jabatan rektor saat ini berakhir,” tutupnya. (RF/potretpendidikan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here