Sekda Way Kanan Pimpin FGD Study Diagnostik Pendidikan

44
Sekda Way Kanan Saipul, S.Sos. M.IP. Hadiri FGD Study Diagnostik Pendidikan (Dok. Humas Pemda Way Kanan)

potretpendidikan.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Saipul, S.Sos., M.IP didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Usman Karim JAB, S.Pd., M.M. memimpin Focus Group Discussion Study Diagnostik Pendidikan Kabupaten Way Kanan di Ruang Rapat Utama, Rabu (21/08/2018).

Dalam rilis dari humas Pemda Way Kanan, Saipul mengatakan bahwa Pemerintah secara Nasional sedang memprogramkan visi SDM Unggul Indonesia Maju, yang dalam hal ini peran Pendidikan sangat berpengaruh dalam peningkatan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan siap berdaya saing.

“Namun meskipun peran pendidikan salah satu faktor penting dalam mendukung SDM Unggu Indonesia Maju, masih terdapat beberapa faktor yang menyebabkan sistem pendidikan di Indonesia terutama daerah-daerah kurang berjalan maksimal. Ini merupakan tugas lembaga terkait dan para pemangku kepentingan untuk menindaklanjutinya guna keberlangsungan sistem pendidikan yang baik dan maksimal”, ujarnya

Selanjutnya, pada acara yang juga dihadiri oleh kepala dan unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Bagian Kesejahteraan Rakyat itu juga disampaikan bahwa hal lain yang tidak kalah penting dalam membangun sistem pendidikan yaitu sarana dan prasarana yang layak serta guru dan tenaga pendidik yang mumpuni.

“Selain itu kesadaran dari para guru dan tenaga pendidik juga sangat penting untuk terus meningkatkan minat belajar para pelajar bukan sekedar menggugurkan kewajiban saja. Untuk itu saya juga menghimbau Dinas Pendidikan dan para pemangku kepentingan untuk saling bekerjasama dan berkoordinasi fokus pada peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Way Kanan”, tutup tegasnya.

Ditempat yang sama, Rasti dari Lembaga Pendidikan Smeru Jakarta dalam paparannya menjelaskan bahwa Program RISE (Research on Improving Systems of Education) penelitian multinegara berskala besar untuk mendukung peningkatan pembelajaran siswa di seluruh dunia. Inisiatif global ini dimulai pada 2015 sebagai respons terhadap kondisi pendidikan dunia yang sedang mengalami krisis pembelajaran, meskipun angka partisipasi sekolah telah meningkat hingga 90 persen dalam 25 tahun terakhir. Laporan Pemantauan Global UNESCO 2014 menyebutkan sebanyak 250 juta anak di dunia tidak dapat membaca, menulis, atau mengerjakan soal matematika dasar; padahal, lebih dari setengahnya masih bersekolah. Program RISE saat ini dilaksanakan di enam negara: Ethiopia, India, Pakistan, Tanzania, Vietnam, dan Indonesia. Penelitian Program RISE di Indonesia akan berfokus pada pendidikan di tingkat dasar, yaitu SD dan SMP.

“Berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan di Kabupaten Way Kanan selama lebih kurang 1 tahun menunjukkan peningkatan pendidikan dasar berkontribusi tinggi pada perbaikan mutu SDM di Way Kanan sehingga menghasilkan SDM yang Berdaya Saing. Untuk hasil belajar dibawah rata-rata Nasional yaitu untuk mata pelajaran Matematika  Way Kanan berada diangka 45,96 dari angka Nasional 49,64 dan 20 teratas 75,55. Sementara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Way Kanan berada diangka 58,24 dari angka Nasional 61,58 dan 20 teratas 75,17”, ujar Resti.

Pada umumnya, kinerja kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran belum optimal, dimana kepala sekolah memiliki visi / target kerja yang belum terlalu jelas terkait peningkatan hasil belajar, kepala sekolah tidak mendapat insentif/disentif untuk mencapai standar kualitas hasil belajar serta peran pengawas sekolah dalam menyupervisi kualitas pembelajaran belum maksimal. Sedangkan tidak ada tuntutan dari orang tua berkenan dengnan kualitas pembelajaran dan belum ada informasi yang komprehensif bagi orang tua mengenai hasil belajar siswa, baik antar sekolah maupun di dalam sekolah.

Diketahui, Smeru adalah lembaga independen bermitra dengan The Amsterdam Institute for Global Health and Development (AIGHD) dan Mathematica Policy Research yang melakukan penelitian dan kajian kebijakan publik. Smeru juga berpengalaman menjalankan penelitian mengenai kebijakan sosial ekonomi di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, kemiskinan dan ketimpangnan. Selama 10 tahun terakhir, berbagai temuan penelitian Smeru telah diketahui dan digunakan oleh pembuat kebijakan Nasional maupun daerah, termasuk dalam RPJMN maupun RPJMD.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here