Upaya Menyukseskan Digitalisasi Sekolah, Guru Wajib Menguasai TIK

70
Sejumlah siswa memegang tablet yang dibagikan Kemendikbud dalam program Digitalisasi Sekolah. Foto: Kemendikbud/Dok. Humas

POTRETPENDIDIKAN.COM – Era digitalisasi sekolah akan berdampak pada bergesernya peran guru yang tidak lagi menjadi satu-satunya tempat bertanya dan sumber ilmu bagi siswa.  Peran guru di dalam kelas akan bergeser menjadi penjaga gawang informasi, penghubung dan pengarah siswa ke sumber belajar yang tepat berbasis siber.

“Untuk itu keberhasilan digitalisasi sekolah ini sangat bergantung pada guru,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy di acara Peluncuran Program Digitalisasi Sekolah di Gedung Sri Serindit, Kabupaten Natuna, Rabu, (18/9).

Muhadjir meminta guru yang menjalani program Digitalisasi Sekolah untuk mulai mempelajari penguasaan terhadap materi yang tersedia di portal Rumah Belajar.  “Itu portal Kemendikbud, itu gratis tidak perlu membayar.  Portal itu bisa jadi tempat berinteraksi antara guru dengan siswa, guru dengan guru, siswa dengan siswa,  bupati dengan bupati, dandim (Komandan Distrik Militer) dengan dandim,” ujarnya.

Di era digitalisasi sekolah, guru akan befungsi sebagai penjaga gawang, sekaligus penghubung dan pengarah pada sumber-sumber belajar berbasis siber. Sehingga peserta didik tidak lagi mendapatkan sumber belajar yang liar di internet.

“Sumber belajar yang liar dapat mengancam cara berpikir anak-anak kita. Guru sekaligus berperan membendung informasi negatif dan membanjiri anak dengan informasi positif.  Kita akan membangun SDM melalui dunia maya,” jelasnya.

Muhadjir mengakui, saat ini program digitalisasi sekolah baru menjangkau 1,7 juta siswa di 36 ribu sekolah.  Ia berharap dalam 3-4 tahun ke depan semua sekolah sudah menggunakan platform digital untuk mendukung pembelajaran konvensional yang selama ini berjalan.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa berlipat jumlahnya, sehingga 2-3 tahun seluruh sekolah sudah menggunakan platform digital untuk mendukung proses belajar konvensional,” ucap Muhadjir.

Untuk itu, tidak ada pilihan lain bagi guru untuk wajib menguasai TIK.  “Setelah ada tablet, guru harus belajar dari kolega, maupun dirinya sendiri. Tiada hari tanpa guru belajar,” tegas Muhadjir.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy meluncurkan program Digitalisasi Sekolah di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu, 18 September 2019. Program ini merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk merealisasikan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam mempercepat akses layanan pendidikan terutama di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).

Untuk tahun 2019 ini pemerintah akan membagikan 1,7 komputer/tablet kepada 36.000 sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun prioritasnya tetap pada daerah 3T.

Kabupaten Natuna sendiri akan diberikan 1.142 tablet kepada siswa di sekolah. Siswa tersebut terdiri dari 508 siswa SD, 303 siswa SMP dan 228 siswa SMA dan 103 siswa SMK.

Nantinya tablet ini akan ditanamkan aplikasi Rumah belajar yang menyediakan delapan fitur utama. Yaitu sumber belajar, buku sekolah elektronik, bank soal, laboratorium maya, peta budaya, wahana jelajah angkasa, pengembangan keprofesian berkelanjutan dan kelas maya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here