Usai Sistem Zonasi, Kemendikbud Akan Rotasi Guru

134
Ilustrasi Guru Mengajar di Kelas

potretpendidikan.com – Usai diberlakukannya sistem zonasi, Kemendikbud akan segera menerapkan rotasi guru. Rotasi hanya akan dilakukan sesuai zonasi sekolah dan akan diterapkan di seluruh daerah.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Dr. Supriano, M.Ed.  mengatakan sistem zonasi ini akan menjawab masalah-masalah pendidikan yang sebelumnya tidak nampak.

Pernyataan ini menanggapi adanya kekurangan sejumlah guru honorer di Sekolah Induk Filial, SDN 8 Curah Tatal, Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Kekurangan guru ini nantinya akan dikonfirmasi lagi agar distribusi guru berjalan secara merata.
“Makanya dengan sistem zona ini ketahuan masalahnya. Ini yang kita harapkan, kabupaten/kota melihat masalahnya,” kata Supriano, di Kantor Kemendikbud, Senin (12/8).

Ia menjelaskan, dengan diterapkannya sistem zonasi, akan terlihat kenapa terjadi kekurangan guru di daerah tertentu namun di daerah lain kelebihan guru. “Ya bisa saja kalau memang sekolah itu siswanya sedikit, gurunya tidak ada, kan bisa di-merger ke sekolah lain,” kata Supriano menjelaskan.

Menurut dia, sistem zonasi ini dapat memiliki dampak yang luar biasa. Namun, tentu saja, dampaknya tidak akan terlihat dalam waktu yang cepat. Butuh waktu untuk benar-benar melihat hasil dari kebijakan yang mulai masif diterapkan tahun ini tersebut.

Saat ini, tahapan persiapan kebijakan rotasi guru baru sampai pada persiapan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara kementerian/lembaga yang terkait dalam proses ditribusi guru. Kementerian/lembaga yang bertugas selain Kemendikbud yakni Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Meskipun demikian, Supriano masih enggan menjawab kapan SKB tersebut akan diselesaikan. “SKB-nya lagi proses. Kan butuh berapa kali pertemuan,” kata dia lagi.

Hampir satu Minggu yang lalu, dalam kunjungannya di SMPN 10 Surakarta, Kamis   (1/8), Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P mengatakan rencananya rotasi guru mulai diterapkan tahun depan. Namun di beberapa daerah, kata Muhadjir, rotasi sudah mulai dilakukan.

“Di Solo malah rotasi guru sudah mulai dilaksanakan sejak beberapa tahun yang lalu. Padahal kita baru mau menerapkan itu setelah ini,” ujarnya.

Dia memastikan rotasi hanya akan dilakukan sesuai zona sekolah. “Enggak sampai kota atau provinsi lain. Nanti kita lihat dulu, kecuali terpaksa. Sementara rotasi hanya dalam zona saja. Maka saya minta guru tidak usah khawatir kalau jauh,” kata Muhadjir.

Dia memperkirakan rotasi akan dilakukan setiap enam tahun sekali untuk tingkat SD. Sedangkan jenjang SMP, SMA dan SMK dilakukan empat tahun sekali.

Kalau guru SD kan guru kelas. Desain kurikulum SD itu guru mengajar mulai kelas 1 sampai mengantar anak tamat kelas 6. Kalau guru SMP, SMA, SMK kan bukan guru kelas tapi pegang mata pelajaran,” katanya

Mendikbud mengatakan regulasi terkait zonasi akan diperkuat menjadi Perpres. Di dalamnya termasuk aturan tentang rotasi guru.

“Sistem Zonasi dalam waktu dekat akan diatur dalam Perpres, jadi tidak cukup Peraturan Menteri, termasuk di dalamnya mengatur redistribusi dan relokasi guru dalam rangka pemerataan guru,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here